Mahasiswa KKM UIN Malang Lakukan Kunjungan UMKM ke Peternak Ayam Petelur Desa Dawuhan

 


Mahasiswa KKM UIN Malang Lakukan Kunjungan UMKM ke Peternak Ayam Petelur Desa Dawuhan

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kunjungan edukatif ke salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor peternakan ayam petelur Desa Dawuhan, Kecamatan Poncokusumo. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa dan masyarakat terkait pengelolaan usaha peternakan yang berkelanjutan, profesional, serta berbasis manajemen keuangan yang sehat.

Peternakan yang dikunjungi dikelola oleh seorang pelaku UMKM yang akrab disapa Bu Tini. Usaha ini dirintis sejak tahun 2014 dengan jumlah awal 600 ekor ayam petelur. Seiring dengan konsistensi pengelolaan dan strategi usaha yang terukur, kapasitas produksi terus berkembang hingga mencapai lebih dari 7.600 ekor ayam (6.000 ekor ditambah 1.600 ekor) dengan jenis ayam petelur Platinum.

Dalam sesi diskusi, Bu Tini memaparkan sistem pengelolaan keuangan yang diterapkan secara disiplin dan transparan. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah sistem “gaji berbasis produksi”, di mana peningkatan jumlah telur yang dihasilkan berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan. Pola ini dinilai efektif dalam menjaga motivasi kerja sekaligus memastikan keberlanjutan usaha. Menariknya, seluruh operasional peternakan dikelola secara mandiri oleh Bu Tini bersama satu anggota keluarga tanpa melibatkan tenaga kerja tambahan.

Dari sisi pengelolaan limbah, peternakan ini juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. Kotoran ayam tidak diperjualbelikan, melainkan dimanfaatkan dan dibagikan kepada warga sekitar sebagai pupuk organik. Meskipun terdapat permintaan dari pihak pabrik, Bu Tini memilih menolaknya demi menjaga kebermanfaatan bagi masyarakat sekitar.

Bu Tini juga menjelaskan bahwa stabilitas usahanya sangat dipengaruhi oleh manajemen keuangan yang baik. Bahkan pada masa kenaikan harga pakan dan fluktuasi harga telur, usaha ini tetap mampu bertahan tanpa mengalami tekanan finansial yang signifikan. Modal awal yang dibutuhkan untuk memulai usaha diperkirakan mencapai sekitar Rp220 juta per 1.000 ekor ayam, dengan kebutuhan pakan harian untuk setiap 1.000 ekor mencapai ±Rp950.000.

Dalam hal kesehatan ternak, peternakan ini menerapkan jadwal vaksinasi yang teratur. Ayam mendapatkan vaksin pada usia 3 hari, 5 hari, dan 1 minggu, dilanjutkan vaksin mingguan hingga usia 7 bulan, dan setelah itu dilakukan vaksinasi rutin setiap bulan. Biaya vaksinasi berkisar sekitar Rp800.000 per 1.000 ekor, dengan variasi harga yang lebih rendah untuk jenis vaksin tertentu.

Kunjungan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa KKM UIN Malang mengenai praktik usaha peternakan yang mengedepankan perencanaan modal, efisiensi operasional, serta tanggung jawab sosial dan lingkungan. Mahasiswa diharapkan dapat mengadopsi nilai-nilai kewirausahaan tersebut sebagai bekal dalam mengembangkan potensi UMKM di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, sinergi antara dunia akademik dan pelaku usaha lokal diharapkan semakin kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.



Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa Univeritas Islam Negeri Malang , kelompok KKM Mandiri Nagara Wirya 187 Resmi Mengabdi di Desa Dawuhan, Wujud Sinergi Kampus dan Masyarakat

Mahasiswa UIN Malang Kelompok KKN Nagara Wirya 187 Mulai Aktif Mengikuti Kegiatan Pembelajaran di TPQ Baitul Mukhtar

Kegiatan Persera di MI Miftahul Ulum Dawuhan Berlangsung Khidmat dan Tertib, Tanamkan Nilai Kepramukaan Sejak Dini